Pemutihan Karang di Indonesia

Info terbaru tentang pemutihan terumbu karang global 2016

Pemutihan terumbu karang secara global yang teridentifikasi pertama kali di sekitar Thailand dan Hawaii berdampak pada kerusakan berat karang di Australia sekitar awal bulan Maret 2016. Lebih dari 90 persen terumbu karang di Great Barrier Reef (GBR), Australia terkena dampak pemutihan ini dengan tingkat kematian karang diperkirakan mencapai lebih dari 50 persen dan 90 persen pada terumbu-karang. Ketika GBR saat ini sudah memasuki akhir masa pemutihan karang, kami mendapatkan catatan mengkhawatrkan tentang keadaan terumbu karang di Indonesia, India, dan Maldives.

Di Indonesia, pemutihan karang tercatat terjadi di sekitar Solor, Sikka, dan Laut Sawu di sebelah barat Pulau Timor, Nusa Tenggara Barat (yaitu di Pulau Gili dan Lombok), Bali (yaitu di Nusa Dua, Nusa Penida, Pemuteran, Buleleng, Amed), Jawa Timur, Karimunjawa di Jawa Tengah, Pantai selatan pulau Jawa, Kepulauan Seribu, Pulau Sumatra (Lampung, Bengkulu, Mentawai, Padang, Aceh, Bintan), Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi (yaitu di Kapoposang, Wakatobi, Banggai, Gorontalo, Bunaken), dan Maluku (Seram, Aru, Ambon). Sampai bulan Mei, pemutihan karang telah dilaporkan terjadi di lebih dari 24 kabupaten/kota di 19 provinsi.

Anda/kamu dapat mengikuti perbincangan dan situasi terkini tentang pemutihan karang di Indonesia melalui facebook kami https://www.facebook.com/CoralBleachingIndonesia/

Bantu kami untuk memantau proses pemutihan karang di Indonesia. Gunakan Tabel Kesehatan Karang (Coral Health Chart) untuk mencatat proses pemutihan karang sebelum, ketika, dan setelah proses pemutihan terjadi; sehingga kami dapat memahami lebih baik apa yang sedang terjadi pada terumbu karang di Indonesia. Kunjungi berita terkini kami disini atau ikuti kami melalui Facebook atau Twitter untuk info-info terbaru.

bleaching aceh

Bleaching location in Tuanku Island, Aceh, Indonesia.(photos Linda north (lamjabat foundation) and Arie Muhardy (POSSI Aceh))

Sebuah Perspektif tentang Kejadian Pemutihan Tahun 2010

Pemutihan karang massal telah dilaporkan terjadi di Karibia, Maladewa, India, Sri Lanka, Burma, Thailand, Singapura, Malaysia dan di berbagai bagian Afrika Timur. Ini menunjukkan bahwa besaran dan skala terjadinya pemutihan karang pada tahun 2010/2011 merupakan yang paling parah sejak 1997/1998 dimana 16% dari terumbu karang dunia mati.

Di Indonesia, tingginya suhu permukaan laut di Laut Andaman selama bulan Mei (2010) telah menyebabkan terjadinya pemutihan karang massal di seluruh wilayah tersebut. Menurut situs Coral Reef Watch NOAA, suhu permukaan laut mencapai puncaknya pada 27 Mei 2010, yaitu 34°C, atau 4°C lebih tinggi dari rata-rata selama ini pada waktu yang sama. Pemutihan massal telah pula dilaporkan terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, dari Padang, Sumatra, Taman Nasional Kepulauan Seribu di Jawa, Banyuwangi di Bali, Kupang di Timor Barat, hingga Teluk Tomini di Sulawesi. Tingkat kerusakan bervariasi, dari tingkat parah (75%) di Sumatra dan Sulawesi, tingkat sedang hingga agak parah di berbagai lokasi di Jawa, Bali, Lombok dan Raja Ampat, Papua Barat.

Kondisi di Pulau Weh di Aceh merupakan salah satu contoh untuk memberikan perspektif tentang situasi ini. Terumbu karang di Pulau Weh, seperti halnya terumbu karang di wilayah lain di Segitiga Karang, mampu bertahan saat terjadi pemutihan besar-besaran pada tahun 1997/1998 dan telah pulih setelah mengalami kerusakan akibat tsunami tahun 2004. Namun peningkatan suhu permukaan laut pada tahun 2010 telah membuat 60% karang di wilayah ini memutih, dan 80-100% spesies Acropora yang rentan mati. Kondisi spesies lain yang lebih resisten seperti Faviidae dan Poritidae belum dipelajari.

healtlhy reef

Karang yang sehat sebelum pemutihan, Aceh, Indonesia

bleaching reef

Pemutihan karang di Aceh, May 2010. (photos WCS Indonesia)

bleached boulder

bleached reef

Penelitian dan pemantauan karang yang berkelanjutan diperlukan untuk menentukan apakah kondisi ini diikuti dengan penurunan jumlah ikan dan keragaman species. Kejadian ini saja sudah akan menimbulkan masalah sosial dan ekonomi yang serius pada ekonomi penduduk lokal dalam jangka pendek hingga menengah, karena hidup mereka tergantung pada perikanan dan wisata laut dan karang.

Terumbu karang yang rusak perlu diberikan kesempatan untuk pulih dan bertahan menghadapi kerusakan ekosistem terumbu karang dengan cara mengurangi ancaman yang setiap hari harus dihadapinya. Aktivitas ini harus dilakukan pada skala regional, bukan hanya secara lokal di wilayah yang kecil. Terumbu karang Indonesia memiliki keragaman yang sangat tinggi dan merupakan wilayah terumbu karang yang sangat penting di dunia, namun keberlanjutan hidupnya tergantung pada pasokan larva karang dan ikan dari daerah lain dalam wilayah Segitiga Karang.

Kondisi ini merupakan kesulitan dan tantangan utama dalam usaha membuat terumbu karang bertahan terhadap iklim di masa mendatang. Tantangan ini harus dijawab untuk memelihara kestabilan wilayah Segitiga Karang.

bleaching makassar

Karang yang mengalami pemutihan, Pulau Spermonde, Makassar, 2010.